Sabtu
(25/8/2018), MI Ma’arif Pijenan menggelar simulasi manasik haji. Kegiatan yang
diikuti oleh seluruh siswa ini bertujuan untuk lebih mengenalkan tata cara pelaksanaan
ibadah haji.
Para
siswa tampak berantusias mengikuti kegiatan ini. Dipandu KH. Badrussalam,
Pengasuh Pondok Pesantren Darunnajaa Gandon Sumuran Palbapang Bantul, para
siswa dilatih mengenakan pakaian ihram secara benar. Dengan dibimbing para
guru, seluruh siswa mengikuti tahapan simulasi manasik ini dengan tertib dan
semangat.
Kegiatan
ini dipusatkan di kompleks MI Ma’arif Pijenan Ngeblak Wijirejo Pandak Bantul,
baik di gedung unit 1 maupun unit 2. Proses manasik haji didesain semirip
mungkin dengan manasik-manasik haji pada umumnya sehingga siswa bisa menghayati
pelaksanaan manasik sebagaimana aslinya.
Selain
simulasi ibadah haji, dilaksanakan pula penyembelihan hewan qurban. Demi merekatkan
ikatan persaudaraan serta semangat kebersamaan antara madrasah dan wali siswa, tidak
hanya guru yang terlibat dalam pelaksanaan qurban, tetapi para wali murid juga bersemangat
dan turut aktif terlibat di dalamnya.
Kegiatan ini diharapkan bisa
terus dilaksanakan dan dikembangkan agar pembelajaran dan pendidikan di MI Ma’arif Pijenan semakin maju dan berkualitas.
Sabtu
(25/8/2018), MI Ma’arif Pijenan menggelar simulasi manasik haji. Kegiatan yang
diikuti oleh seluruh siswa ini bertujuan untuk lebih mengenalkan tata cara pelaksanaan
ibadah haji.
Para
siswa tampak berantusias mengikuti kegiatan ini. Dipandu KH. Badrussalam,
Pengasuh Pondok Pesantren Darunnajaa Gandon Sumuran Palbapang Bantul, para
siswa dilatih mengenakan pakaian ihram secara benar. Dengan dibimbing para
guru, seluruh siswa mengikuti tahapan simulasi manasik ini dengan tertib dan
semangat.
Kegiatan
ini dipusatkan di kompleks MI Ma’arif Pijenan Ngeblak Wijirejo Pandak Bantul,
baik di gedung unit 1 maupun unit 2. Proses manasik haji didesain semirip
mungkin dengan manasik-manasik haji pada umumnya sehingga siswa bisa menghayati
pelaksanaan manasik sebagaimana aslinya.
Selain
simulasi ibadah haji, dilaksanakan pula penyembelihan hewan qurban. Demi merekatkan
ikatan persaudaraan serta semangat kebersamaan antara madrasah dan wali siswa, tidak
hanya guru yang terlibat dalam pelaksanaan qurban, tetapi para wali murid juga bersemangat
dan turut aktif terlibat di dalamnya.
Kegiatan ini diharapkan bisa
terus dilaksanakan dan dikembangkan agar pembelajaran dan pendidikan di MI Ma’arif Pijenan semakin maju dan berkualitas.
Sabtu,
18 Agustus 2018, MI Ma’arif Pijenan melalui program Diniyah an-Nahdliyah
menggelar “Pelatihan Shalat Sempurna Sesuai Ajaran Rasulullah” untuk seluruh siswa
kelas 1 sampai kelas 6. Tujuan dari pelatihan ini adalah agar siswa dapat
melaksanakan rukun Islam yang kedua ini secara benar sesuai dengan ajaran
Rasulullah Saw. Selain itu, agar siswa semakin sadar dan disiplin dalam
menunaikan secara total kewajiban shalat ini dalam kehidupan sehari-hari.
“Perintahkan
anak-anak kalian untuk melakukan shalat saat usia mereka tujuh tahun, dan
pukullah mereka saat usia sepuluh tahun. Dan pisahkan tempat tidur mereka.”
(HR. Abu Daud dan Ahmad)
Sebelum
pelatihan dimulai, masing-masing siswa diberi waktu oleh panitia untuk
melaksanakan shalat sunnah Dhuha secara mandiri di bawah pantauan dewan
asatidz. Tepat pukul 07.30 WIB pelatihan shalat dimulai. Bertindak sebagai
pemateri adalah Ust. Irham Sya’roni, S.Pd.I dan sebagai model atau pemeraga adalah
Thoriq dan Faiz Hilmie Phalgunawan, keduanya adalah siswa kelas 5.
Materi
pokok yang diberikan dalam pelatihan tersebut adalah gerakan dan bacaan dalam shalat
fardhu lima waktu, tata cara shalat Idul Adha, serta macam-macam niat shalat
fardhu dan sunnah. Untuk mengunduh materi pelatihan, silakan klik link berikut https://drive.google.com
Sabtu,
18 Agustus 2018, MI Ma’arif Pijenan melalui program Diniyah an-Nahdliyah
menggelar “Pelatihan Shalat Sempurna Sesuai Ajaran Rasulullah” untuk seluruh siswa
kelas 1 sampai kelas 6. Tujuan dari pelatihan ini adalah agar siswa dapat
melaksanakan rukun Islam yang kedua ini secara benar sesuai dengan ajaran
Rasulullah Saw. Selain itu, agar siswa semakin sadar dan disiplin dalam
menunaikan secara total kewajiban shalat ini dalam kehidupan sehari-hari.
“Perintahkan
anak-anak kalian untuk melakukan shalat saat usia mereka tujuh tahun, dan
pukullah mereka saat usia sepuluh tahun. Dan pisahkan tempat tidur mereka.”
(HR. Abu Daud dan Ahmad)
Sebelum
pelatihan dimulai, masing-masing siswa diberi waktu oleh panitia untuk
melaksanakan shalat sunnah Dhuha secara mandiri di bawah pantauan dewan
asatidz. Tepat pukul 07.30 WIB pelatihan shalat dimulai. Bertindak sebagai
pemateri adalah Ust. Irham Sya’roni, S.Pd.I dan sebagai model atau pemeraga adalah
Thoriq dan Faiz Hilmie Phalgunawan, keduanya adalah siswa kelas 5.
Materi
pokok yang diberikan dalam pelatihan tersebut adalah gerakan dan bacaan dalam shalat
fardhu lima waktu, tata cara shalat Idul Adha, serta macam-macam niat shalat
fardhu dan sunnah. Untuk mengunduh materi pelatihan, silakan klik link berikut https://drive.google.com
Kanit
Binmas Polsek Pandak Iptu Subiantoro menghadiri Wisuda dan Sarah terima siswa
siswi kelas VI tahun 2017 / 2018 bertempat di MI Maarif Pijenan Ngeblak Rt.06
Wijirejo, Pandak, Bantul. Sabtu (23/06/2018) jam 09.00 Wib
Kanit Binmas Polsek Pandak Iptu Subiantoro
Hadir
dalam giat tersebut Ketua Pengurus MI Kabupaten Bantul Edi Gunawan, M. Pd,
Ketua Majelis Wakil Cabang Pandak Suradal , S.Pd, MWC NU Pandak Mualip,
Kapolsek Pandak yang diwakili Kanit Binmas IPTU Subiyantara, Kepala Sekolah MI
Maarif Pijenan Mugi Slamet, S.Pd, Bhabinkamtibmas Desa Wijirejo Aiptu Suryono,
Tokoh Masyarakat, Siswa kelas I sampai dengan VI dan wali murid kurang lebih
300 tamu undangan.
Acara
dibuka dengan Dzikir dan Tahlil dipimpin oleh Kaum Rois dusun Ngeblak Bapak
Suratman dilanjutkan dengan penyerahan Piagam dan Wisuda hafalan Al Qur' an
sebanyak 28 siswa siswi MI Maarif Pijenan oleh Bapak Suradal, S.Pd.
Kapolsek
Pandak yang diwakili Kanit Binmas IPTU Subiyantara dalam sambutanya
menyampaikan marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha
Esa yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahnya kepada kita semua sehingga
kita dapat berkumpul di tempat ini dalam keadaan sehat walafiat. Kami atas nama
Muspika Kecamatan Pandak mengucapkan selamat atas di wisudanya ke 17 siswa
siswi kelas 6 MI Ma'arif Pijenan dengan nilai yang memuaskan.
Sekarang
ini tidak ada yang namanya sekolah favorit maka carilah sekolah yang berbau
agama dan yang terdekat dengan rumah. Mulai hari ini telah tercipta 17 bibit
unggul sebagai penerus bangsa yaitu lulusan MI Ma'arif Pijenan, Wijirejo,
Pandak, Bantul.
Acara
ditutup dengan sambutan dari ketua pengurus MI Kabupaten Bantul Edi Gunawan,
M.Pd yang mengatakan bahwa memang benar sekarang ini tidak ada sekolah unggul
dan semoga sekolah MI Ma'arif Pijenan bisa bersaing dan menciptakan bibit
unggul yang berkualitas. Bahwa sekolah madrasah ini berbasis pendidikan agama
dan saya tekankan nilai pendidikan umum tidak ketinggalan minimal menengah ke
atas. Kunci sukses hidup di dunia dan akhirat adalah shodaqoh Jariyah , Ilmu
yang bermanfaat dan Anak Sholeh yang selalu mendoakan orang tuanyan. (Humas
Polsek Pandak)
Kanit
Binmas Polsek Pandak Iptu Subiantoro menghadiri Wisuda dan Sarah terima siswa
siswi kelas VI tahun 2017 / 2018 bertempat di MI Maarif Pijenan Ngeblak Rt.06
Wijirejo, Pandak, Bantul. Sabtu (23/06/2018) jam 09.00 Wib
Kanit Binmas Polsek Pandak Iptu Subiantoro
Hadir
dalam giat tersebut Ketua Pengurus MI Kabupaten Bantul Edi Gunawan, M. Pd,
Ketua Majelis Wakil Cabang Pandak Suradal , S.Pd, MWC NU Pandak Mualip,
Kapolsek Pandak yang diwakili Kanit Binmas IPTU Subiyantara, Kepala Sekolah MI
Maarif Pijenan Mugi Slamet, S.Pd, Bhabinkamtibmas Desa Wijirejo Aiptu Suryono,
Tokoh Masyarakat, Siswa kelas I sampai dengan VI dan wali murid kurang lebih
300 tamu undangan.
Acara
dibuka dengan Dzikir dan Tahlil dipimpin oleh Kaum Rois dusun Ngeblak Bapak
Suratman dilanjutkan dengan penyerahan Piagam dan Wisuda hafalan Al Qur' an
sebanyak 28 siswa siswi MI Maarif Pijenan oleh Bapak Suradal, S.Pd.
Kapolsek
Pandak yang diwakili Kanit Binmas IPTU Subiyantara dalam sambutanya
menyampaikan marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha
Esa yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahnya kepada kita semua sehingga
kita dapat berkumpul di tempat ini dalam keadaan sehat walafiat. Kami atas nama
Muspika Kecamatan Pandak mengucapkan selamat atas di wisudanya ke 17 siswa
siswi kelas 6 MI Ma'arif Pijenan dengan nilai yang memuaskan.
Sekarang
ini tidak ada yang namanya sekolah favorit maka carilah sekolah yang berbau
agama dan yang terdekat dengan rumah. Mulai hari ini telah tercipta 17 bibit
unggul sebagai penerus bangsa yaitu lulusan MI Ma'arif Pijenan, Wijirejo,
Pandak, Bantul.
Acara
ditutup dengan sambutan dari ketua pengurus MI Kabupaten Bantul Edi Gunawan,
M.Pd yang mengatakan bahwa memang benar sekarang ini tidak ada sekolah unggul
dan semoga sekolah MI Ma'arif Pijenan bisa bersaing dan menciptakan bibit
unggul yang berkualitas. Bahwa sekolah madrasah ini berbasis pendidikan agama
dan saya tekankan nilai pendidikan umum tidak ketinggalan minimal menengah ke
atas. Kunci sukses hidup di dunia dan akhirat adalah shodaqoh Jariyah , Ilmu
yang bermanfaat dan Anak Sholeh yang selalu mendoakan orang tuanyan. (Humas
Polsek Pandak)
Salah
satu agenda rutin yang digelar MI Ma’arif Pijenan adalah pertemuan atau ijtima’
wali murid setiap Ahad Pahing, pukul 07.00 WIB sampai 08.30 WIB. Ijtima’
ini sangat penting, selain sebagai media berkomunikasi dan silaturahim antara
pihak Madrasah dan wali murid, juga sebagai ajang bercurah pendapat; forum koordinasi,
sinergi, dan penyampaian informasi; dan tidak kalah penting lagi sebagai majelis
siraman rohani.
Melalui
ijtima’ ini wali murid bisa berkonsultasi langsung dengan Kepala
Madrasah, dewan guru, dan dewan asatidz berkenaan dengan perkembangan
pendidikan anak. Melalui forum ini pula semua pihak (baik guru maupun orangtua)
akan mendapatkan pencerahan rohani/spiritual, khususnya tentang Islamic parenting
(pengasuhan anak dalam perspektif Islam).
Salah
satu agenda rutin yang digelar MI Ma’arif Pijenan adalah pertemuan atau ijtima’
wali murid setiap Ahad Pahing, pukul 07.00 WIB sampai 08.30 WIB. Ijtima’
ini sangat penting, selain sebagai media berkomunikasi dan silaturahim antara
pihak Madrasah dan wali murid, juga sebagai ajang bercurah pendapat; forum koordinasi,
sinergi, dan penyampaian informasi; dan tidak kalah penting lagi sebagai majelis
siraman rohani.
Melalui
ijtima’ ini wali murid bisa berkonsultasi langsung dengan Kepala
Madrasah, dewan guru, dan dewan asatidz berkenaan dengan perkembangan
pendidikan anak. Melalui forum ini pula semua pihak (baik guru maupun orangtua)
akan mendapatkan pencerahan rohani/spiritual, khususnya tentang Islamic parenting
(pengasuhan anak dalam perspektif Islam).
Kelas 4 MI Ma'arif Pijenan sedang melaksanakan shalat Dhuha
Habituasi
atau pembiasaan merupakan proses yang sangat penting dalam pendidikan. Proses
pembiasaan ini bertujuan membentuk sikap dan perilaku peserta didik yang
relatif menetap dan bersifat otomatis melalui proses pembelajaran yang
berulang-ulang, terus-menerus, dan konsisten sehingga perbuatan atau
keterampilan itu benar-benar dikuasai dan akhirnya menjadi suatu kebiasaan yang
sulit ditinggalkan. Jadi, inti dari proses ini adalah pengulangan, yakni mengulang
dan membiasakan suatu tindakan tertentu dalam waktu yang lama.
Habituasi
atau pembiasaan ini juga menjadi metode kunci dalam proses pendidikan di MI Ma’arif
Pijenan. Salah satunya adalah membiasakan siswa melaksanakan shalat Dhuha
secara tertib dan benar. Pembiasaan shalat Dhuha ini dilakukan setiap pagi di
bawah bimbingan dan pantauan guru atau ustadz.
Ada
dua model pembiasaan yang diterapkan dalam pelaksanaan shalat Dhuha ini. Pertama,
seluruh siswa semadrasah melaksanakan shalat Dhuha bersama di halaman madrasah
yang dipimpin oleh seorang ustadz. Kedua, siswa melaksanakan shalat
Dhuha bersama-sama di kelasnya masing-masing. Model kedua inilah yang diaplikasikan
oleh dewan asatidz (guru Program Diniyyah an-Nahdliyyah) setiap pembelajaran
pada hari Sabtu.
Selain
membiasakan shalat Dhuha, dewan guru dan asatidz juga membimbing dan mengevaluasi
siswa dalam mempraktikkan thaharah (wudhu), pembacaan asmaul husna dan doa selepas
shalat Dhuha, serta muroja’ah (mengulang) hafalan Juz Amma. Dengan rangkaian
pembiasaan ini diharapkan siswa menjadi generasi Qur’ani yang shalih, alim, cendekia,
dan ahli ibadah.
Kelas 4 MI Ma'arif Pijenan sedang melaksanakan shalat Dhuha
Habituasi
atau pembiasaan merupakan proses yang sangat penting dalam pendidikan. Proses
pembiasaan ini bertujuan membentuk sikap dan perilaku peserta didik yang
relatif menetap dan bersifat otomatis melalui proses pembelajaran yang
berulang-ulang, terus-menerus, dan konsisten sehingga perbuatan atau
keterampilan itu benar-benar dikuasai dan akhirnya menjadi suatu kebiasaan yang
sulit ditinggalkan. Jadi, inti dari proses ini adalah pengulangan, yakni mengulang
dan membiasakan suatu tindakan tertentu dalam waktu yang lama.
Habituasi
atau pembiasaan ini juga menjadi metode kunci dalam proses pendidikan di MI Ma’arif
Pijenan. Salah satunya adalah membiasakan siswa melaksanakan shalat Dhuha
secara tertib dan benar. Pembiasaan shalat Dhuha ini dilakukan setiap pagi di
bawah bimbingan dan pantauan guru atau ustadz.
Ada
dua model pembiasaan yang diterapkan dalam pelaksanaan shalat Dhuha ini. Pertama,
seluruh siswa semadrasah melaksanakan shalat Dhuha bersama di halaman madrasah
yang dipimpin oleh seorang ustadz. Kedua, siswa melaksanakan shalat
Dhuha bersama-sama di kelasnya masing-masing. Model kedua inilah yang diaplikasikan
oleh dewan asatidz (guru Program Diniyyah an-Nahdliyyah) setiap pembelajaran
pada hari Sabtu.
Selain
membiasakan shalat Dhuha, dewan guru dan asatidz juga membimbing dan mengevaluasi
siswa dalam mempraktikkan thaharah (wudhu), pembacaan asmaul husna dan doa selepas
shalat Dhuha, serta muroja’ah (mengulang) hafalan Juz Amma. Dengan rangkaian
pembiasaan ini diharapkan siswa menjadi generasi Qur’ani yang shalih, alim, cendekia,
dan ahli ibadah.
Learning by doing merupakan prinsip pembelajaran yang tidak hanya teori, tetapi lebih menekankan pentingnya praktik. Metode ini pula yang diterapkan MI Ma'arif Pijenan. Salah satunya adalah dengan kegiatan out class berupa kunjungan belajar di Radio Persatuan Kudus. Dalam kunjungan belajar ini para peserta didik dikenalkan bagaimana cara kerja penyiaran radio, sekaligus diberi kesempatan mempraktikkannya. bla bla bla bla bla bla
Learning by doing merupakan prinsip pembelajaran yang tidak hanya teori, tetapi lebih menekankan pentingnya praktik. Metode ini pula yang diterapkan MI Ma'arif Pijenan. Salah satunya adalah dengan kegiatan out class berupa kunjungan belajar di Radio Persatuan Kudus. Dalam kunjungan belajar ini para peserta didik dikenalkan bagaimana cara kerja penyiaran radio, sekaligus diberi kesempatan mempraktikkannya. bla bla bla bla bla bla
Dalam Wisuda Siswa Kelas 6 MI dilakukan pula penyerahan secara simbolis perlengkapan sekolah gratis untuk peserta didik baru. Dalam kesempatan itu bla bla bla bla bla bla....
Dalam Wisuda Siswa Kelas 6 MI dilakukan pula penyerahan secara simbolis perlengkapan sekolah gratis untuk peserta didik baru. Dalam kesempatan itu bla bla bla bla bla bla....